Puluhan Pengadaan Dinas Kesehatan Nagan Raya Tembus Rp5,4 Miliar, Obat PKD Rp2,45 Miliar & Rehabilitasi Berulang Dipertanyakan, BPK RI Diminta Audit Menyeluruh




NAGAN RAYA — Puluhan paket pengadaan Dinas Kesehatan Kabupaten Nagan Raya Tahun Anggaran 2026 menelan anggaran Rp5.399.895.129,- (hampari Rp5,4 MILIAR rupiah). Pos terbesar: Pengadaan Obat PKD Rp2,45 MILIAR, Reagen Sanitarian Kit Rp514 Juta, Kalibrasi Alat Kesehatan Rp237 Juta, serta rehabilitasi gedung dan Polindes yang berulang tanpa rincian teknis. BPK RI Perwakilan Aceh diminta segera membidik dan mengaudit tuntas seluruh pengadaan tersebut.

 

Rincian Pengadaan Terbesar

 

No Uraian Pengadaan Nilai Metode 

1 Pengadaan Obat PKD Rp 2.453.360.506,- E-Purchasing 

2 Pengadaan BMHP PKD Rp 402.006.711,- E-Purchasing 

3 Pengadaan Reagen Sanitarian Kit (DAK Non Fisik) Rp 514.336.000,- E-Purchasing 

4 Pengadaan Kartrid TCM Rp 299.768.000,- E-Purchasing 

5 Pengadaan Jasa Kalibrasi Alat Kesehatan Puskesmas Rp 237.274.000,- E-Purchasing 

6 Pengadaan Reagen Labkesda Rp 75.000.000,- E-Purchasing 

7 Pengadaan BMHP Labkesmas Rp 85.000.000,- E-Purchasing 

8 Pengadaan Stik Narkoba Rp 152.250.000,- E-Purchasing 

9 Rehabilitasi & Pemeliharaan Kamar Mandi Dinkes Rp 130.200.000,- Pengadaan Langsung 

10 Rehabilitasi Polindes Keude Neulop Rp 120.900.000,- Pengadaan Langsung 

11 Rehabilitasi Kantor Dinas Kesehatan Rp 93.000.000,- Pengadaan Langsung 

12 Rehabilitasi Polindes Peuleukung Rp 93.000.000,- Pengadaan Langsung 

13 Pengadaan Kotak Arsip Dinas Rp 63.828.930,- Pengadaan Langsung 

14 Pengadaan Lemari Kaca 2 Pintu Rp 60.000.000,- Pengadaan Langsung 

15 Pengadaan Stopmap Dinas Rp 39.960.000,- Pengadaan Langsung 

16 Pengadaan Kelambu Nyamuk Rp 31.080.000,- Pengadaan Langsung 

17 Pengadaan Perlengkapan Pengendalian Obesitas Rp 30.000.000,- Pengadaan Langsung 

18 Pengadaan Kursi Kerja & Meja Kerja Rp 88.091.114,- Pengadaan Langsung 

19 Pengadaan Komputer/PC & Laptop Rp 79.320.000,- Pengadaan Langsung 

20 Pengadaan Pakaian Dinas Lapangan (PDL) Rp 56.000.000,- Pengadaan Langsung 

21 Retensi & Pengawasan Rehabilitasi Berbagai Paket Rp 22.161.371,- Pengadaan Langsung 

22 Pengadaan Lainnya (Larvasida, Abate, Limbah Medis, dll) Rp 152.341.500,- Campuran 

TOTAL Rp 5.399.895.129,-  

 

Kejanggalan Berat yang Wajib Diusut Tuntas

 

Obat PKD Rp2,45 MILIAR — Jenis Obat Apa? Berapa Harga Pasar?

 

Pos terbesar: Pengadaan Obat PKD senilai Rp2,45 MILIAR — hampir setengah total anggaran seluruh pengadaan!

 

Rp2,45 MILIAR untuk obat! Jenis obat apa saja? Berapa kemasan? Harga beli per satuan berapa? Apakah sesuai harga eceran tertinggi (HET) atau justru jauh di atas harga pasar? Jika dibeli lewat e-katalog, apakah sudah dibandingkan harga penyedia lain? Tanpa rincian jenis, jumlah, dan harga satuan = SANGAT RAWAN MARK-UP BERKALI-KALI LIPAT!

 

Rehabilitasi Berulang — Polindes & Kantor Diperbaiki Bertahun-tahun?

 

Terdapat rangkaian rehabilitasi yang mencurigakan:

 

- Rehabilitasi Kantor Dinkes: Rp93 Juta + Perencanaan Rp4 Juta + Pengawasan Rp3 Juta

- Rehabilitasi Polindes Keude Neulop: Rp120,9 Juta + Perencanaan Rp5,2 Juta + Pengawasan Rp3,9 Juta

- Rehabilitasi Polindes Peuleukung: Rp93 Juta + Perencanaan Rp4 Juta + Pengawasan Rp3 Juta

- Rehab Kamar Mandi Dinkes: Rp130,2 Juta

- Retensi Rehab Polindes Sawang Mane: Rp6,2 Juta

- Retensi Pagar Dinkes: Rp2,8 Juta

 

Setiap rehab selalu diikuti pos perencanaan dan pengawasan! Polindes Keude Neulop dan Peuleukung nilainya hampir sama persis: Rp120,9 Juta dan Rp93 Juta — apakah spesifikasi sama? Mengapa nilainya berbeda? Kapan rehab selesai dan apakah masih dianggarkan lagi tahun depan? Terkesan rehab berulang terus tanpa tuntas-tuntas!

 

Reagen Sanitarian Kit Rp514 Juta & Kartrid TCM Rp299 Juta — Barang Apa Sebegitu Mahalnya?

 

- Reagen Sanitarian Kit: Rp514 Juta

- Kartrid TCM: Rp299,7 Juta

 

Barang apa yang harganya ratusan juta? Apakah benar-benar dibutuhkan dalam jumlah besar? Apakah tersedia di pasar bebas dengan harga wajar? Mengapa hanya lewat e-katalog tanpa penawaran langsung?

 

Pengadaan Kursi, Meja, Lemari — Miliaran untuk Perabot Kantor?

 

- Lemari Kaca: Rp60 Juta

- Kotak Arsip: Rp63,8 Juta

- Meja & Kursi: Rp88 Juta

- Komputer & Laptop: Rp79 Juta

- PDL: Rp56 Juta

 

Ratusan juta untuk meja, kursi, lemari! Apakah Dinas Kesehatan baru pindah kantor atau semua perabot lama dibuang dan dibeli baru? Harga meja dan kursi berapa satuannya? Apakah wajar atau justru dibeli dengan harga berlipat dari harga pasar?

 

Pengadaan Langsung Mendominasi — Tanpa Lelang Terbuka!

 

Sebagian besar pengadaan bernilai ratusan juta justru menggunakan Pengadaan Langsung, bukan lelang terbuka:

 

- Rehab Kamar Mandi Rp130,2 Juta — Pengadaan Langsung

- Rehab Polindes Keude Neulop Rp120,9 Juta — Pengadaan Langsung

- Rehab Kantor & Polindes Peuleukung Rp93 Juta — Pengadaan Langsung

- Perabot kantor, PDL, kelambu, stopmap — semuanya Pengadaan Langsung

 

Nilai ratusan juta tapi Pengadaan Langsung! Padahal aturan pengadaan mengharuskan lelang terbuka untuk nilai di atas batas tertentu! Mengapa Dinas Kesehatan Nagan Raya menghindari lelang terbuka? Apakah sudah ditentukan siapa pemenangnya sejak awal? Pengadaan Langsung = TANPA PERSAINGAN = RAWAN KOLUSI!


Pola Umum: Pengadaan Langsung Mendominasi, Obat Terbesar Tanpa Rincian

 

Yang paling mencolok:

 

- Obat PKD Rp2,45 Miliar — TANPA rincian jenis, jumlah, harga satuan

- Rehab berulang dengan pola sama: pelaksana + perencana + pengawas

- Pengadaan Langsung dipakai untuk paket ratusan juta — menghindari lelang terbuka

- Perabot kantor dianggarkan ratusan juta — harga wajar dipertanyakan

- Retensi pembayaran masih tersisa — apakah pekerjaan sudah selesai sempurna?

 

Rp5,4 MILIAR pengadaan! Obat hampir setengahnya, rehab berulang tiap tahun, Pengadaan Langsung mendominasi! Inilah pola yang sangat mencurigakan! Tanpa lelang terbuka, tanpa rincian harga, tanpa transparansi!


BPK RI Diminta Segera Turun Tangan Audit Menyeluruh

 

Melihat kejanggalan yang sangat mencolok, maka kepada BPK RI Perwakilan Aceh diminta untuk segera:

 

Periksa Obat PKD Rp2,45 Miliar! Minta daftar jenis obat, jumlah, harga satuan, dan bandingkan dengan HET serta harga pasar. Jika selisih besar = mark-up = kerugian negara!

 

Periksa Rehabilitasi! Bandingkan gambar rencana, spesifikasi, dan harga satuan setiap Polindes. Ukur di lapangan: apakah sesuai? Apakah masih bagus atau sudah rusak lagi? Jika berulang tiap tahun = pekerjaan asal jadi!

 

Periksa Pengadaan Langsung! Mengapa ratusan juta pakai Pengadaan Langsung? Siapa penyedianya? Apakah kerabat pejabat? Bandingkan harga dengan pasar. Jika lebih mahal = pengondisian!

 

Periksa perabot kantor! Foto barangnya. Cocokkan spesifikasi dan harga beli. Jika harga beli jauh di atas pasar = mark-up!

 

Publikasikan SEMUA rincian! Rakyat Nagan Raya berhak tahu obat apa yang dibeli, berapa harganya, dan siapa yang menjualnya. Jangan sembunyikan apa pun!

 

Rp5,4 MILIAR pengadaan kesehatan Nagan Raya! Obat PKD Rp2,45 Miliar tanpa rincian, rehab berulang tiap tahun, Pengadaan Langsung mendominasi! BPK RI, jangan diam saja! Usut tuntas! Bandingkan harga obat dengan pasar! Turun ke lapangan cek rehabnya! Jangan biarkan uang kesehatan rakyat habis dimark-up oknum. (Mail)