Disinyalir Puluhan Proyek Dinas Kesehatan Nagan Raya 2025 Dikerjakan Asal Jadi, Nilai Seragam Kualitas Diragukan, Kajati Diminta Audit Mendalam



 

NAGAN RAYA — Puluhan proyek pembangunan dan rehabilitasi gedung pelayanan kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Nagan Raya Tahun Anggaran 2025 menelan anggaran Rp6.527.921.999,- (lebih dari Rp6,5 MILIAR rupiah). Kejanggalan sangat mencolok: delapan proyek perbaikan Polindes/Pustu jenis pekerjaan sama nilainya berdekatan, dan perbaikan atap-plafon-jendela di tiga puskesmas nilainya ratusan juta tanpa rincian ukuran. Masyarakat mendesak Kejaksaan Negeri Suka Makmue segera turun tangan mengaudit tuntas.

 

Daftar Proyek Dinas Kesehatan Nagan Raya TA 2025

 

No Uraian Proyek Lokasi Pagu Anggaran 

1 Bangun Baru Pustu Blang Baro, Darul Makmur Rp 700.000.000,- 

2 Renovasi/Penambahan Ruang Puskesmas Pulo Teungoh Rp 1.957.000.000,- 

3 Perbaikan Atap, Plafon, Jendela Puskesmas Padang Panjang Rp 500.000.000,- 

4 Perbaikan Atap, Plafon, Jendela Puskesmas Alue Bilie Rp 550.000.000,- 

5 Perbaikan Atap, Plafon, Jendela Puskesmas Beutong Rp 500.000.000,- 

6 Perbaikan Atap, Plafon, Pintu, Jendela, Pengecetan & Instalasi Listrik Polindes Sawang Mane Rp 181.278.324,- 

7 Perbaikan Atap, Plafon, Pintu, Jendela, Pengecetan & Instalasi Listrik Polindes Krueng Ceukoh Rp 164.290.651,- 

8 Perbaikan Atap, Plafon, Pintu, Jendela, Pengecetan & Instalasi Listrik Pustu Nigan Rp 218.769.570,- 

9 Perbaikan Atap, Plafon, Pintu, Jendela, Pengecetan & Instalasi Listrik Polindes Blang Ara Gampong Rp 175.242.719,- 

10 Perbaikan Atap, Plafon, Pintu, Jendela, Pengecetan & Instalasi Listrik Polindes Blang Murong Rp 166.939.779,- 

11 Perbaikan Atap, Plafon, Pintu, Jendela, Pengecetan & Instalasi Listrik Polindes Krak Tampai Rp 175.686.719,- 

12 Perbaikan Atap, Plafon, Pintu, Jendela, Pengecetan & Instalasi Listrik Polindes Lhok Rameuan Rp 180.834.324,- 

13 Perbaikan Atap, Plafon, Pintu, Jendela, Pengecetan & Instalasi Listrik Polindes/Pustu Macah Rp 193.478.957,- 

14 Perbaikan Atap, Plafon, Pintu, Jendela, Pengecetan & Instalasi Listrik Polindes Cot Gud Rp 193.478.957,- 

15 Rehabilitasi/Renovasi Gedung Instalasi Farmasi Kabupaten — Rp 187.000.000,- 

16 Peningkatan/Rehab Pustu Krueng Kulu, Seunagan Timur Rp 93.000.000,- 

TOTAL Rp 6.527.921.999,- 


Kejanggalan Berat yang Wajib Diusut Tuntas

 

Delapan Proyek Polindes/Pustu — Pekerjaan Sama, Nilai Hampir Seragam!

 

Delapan proyek memiliki jenis pekerjaan yang persis sama: perbaikan atap, plafon, pintu, jendela, pengecetan, dan instalasi listrik. Namun nilainya berdekatan berkisar Rp164 Juta hingga Rp218 Juta.

 

DELAPAN proyek dengan pekerjaan SAMA PERSIS! Mengapa nilainya berbeda-beda? Apakah luas bangunan sama? Apakah jenis bahan sama? Jika spesifikasi sama, harga harusnya sama! Jika berbeda = ada yang dimark-up! Terkesan angka-angka dibuat sedemikian rupa agar tidak terlalu mencolok! Sangat mencurigakan!

 

Tiga Puskesmas — Atap-Plafon-Jendela Ratusan Juta!

 

Tiga puskesmas hanya untuk perbaikan atap, plafon, dan jendela dianggarkan Rp500 Juta hingga Rp550 Juta per unit!

 

Rp500–550 Juta hanya untuk atap, plafon, dan jendela! Seberapa luas bangunannya? Bahan apa yang dipakai? Apakah atapnya emas? Mengapa tidak dipublikasikan ukuran luas, jumlah jendela, dan harga satuan bahan? Tanpa rincian = DUGAAN MARK-UP SANGAT KUAT!

 

Puskesmas Pulo Teungoh Rp1,957 MILIAR — Penambahan Ruang Seberapa Besar?

 

Proyek terbesar: Renovasi & penambahan ruang Puskesmas Pulo Teungoh senilai Rp1,957 MILIAR rupiah!

 

Rp1,957 MILIAR untuk menambah ruang! Luas tambahan berapa meter persegi? Harga per meter berapa? Apakah sesuai harga wajar konstruksi atau justru berkali-kali lipat? Jika tidak ada gambar rencana dan rincian volume = SANGAT RAWAN KERUGIAN NEGARA!

 

Pustu Blang Baro Rp700 Juta — Bangun Baru atau Sekadar Renovasi?

 

Pustu biasanya berukuran kecil. Mengapa membangun Pustu baru dianggarkan Rp700 Juta? Apakah Pustunya sebesar gedung rumah sakit? Jika tidak ada rincian luas bangunan dan spesifikasi = DIBANGUN APA SEBENARNYA?

 

Dikerjakan Asal Jadi — Terindikasi Kualitas Sangat Rendah

 

Berdasarkan pantauan di lapangan, proyek-proyek tersebut disinyalir dikerjakan asal jadi:

 

- Atap bocor lagi tak lama setelah selesai

- Pintu dan jendela tidak presisi, tidak bisa tertutup rapat

- Pengecetan asal jadi, cat mengelupas dalam hitungan bulan

- Instalasi listrik sembarangan, rawan korsleting

- Plafon dipasang miring, bahan kualitas sangat rendah

 

Ratusan juta per proyek, tapi kualitasnya seharga puluhan juta! Bahan murah dipasang harga mahal, pekerjaan asal selesai! Selisih harganya kemana? Masuk kantong siapa?


Pola Umum: Angka Seragam, Pekerjaan Sama, Kualitas Dipertanyakan

 

Yang paling mencolok dari seluruh daftar proyek:

 

- 8 proyek pekerjaan sama, nilai berdekatan — seolah-olah dibuat pola

- Tiga puskesmas atap-plafon-jendela ratusan juta tanpa rincian ukuran

- Pustu Rp700 Juta & Puskesmas Pulo Teungoh Rp1,957 Miliar — tanpa rincian volume

- Kualitas bangunan di lapangan sangat buruk — tidak sebanding dengan anggaran

- Tidak dipublikasikan nama pelaksana, pengawas, dan gambar rencana

 

Rp6,5 MILIAR untuk bangunan kesehatan! Angkanya disusun rapi, pekerjaannya sama, harganya mahal, tapi kualitasnya asal jadi! Ini bukan kebetulan! Ini POLA KORUPSI! Harga dimark-up, bahan dipasang murah, selisihnya dibagi bersama!


Kajati Negeri Suka Makmue Diminta Segera Turun Tangan Audit Menyeluruh

 

Melihat kejanggalan yang sangat mencolok dan kualitas pekerjaan yang disinyalir buruk, maka kepada Kejaksaan Negeri Suka Makmue diminta untuk segera:

 

Turun ke lapangan UKUR SEMUA proyek! Ukur luas bangunan, jumlah jendela, panjang atap, bahan yang dipakai. Bandingkan dengan dokumen. Jika di lapangan jauh lebih sedikit = mark-up = KORUPSI!

 

Periksa 8 Polindes/Pustu! Bandingkan spesifikasi dan harga satuan. Jika sama pekerjaannya tapi harganya berbeda = ada yang dimanipulasi! Selisihnya harus dikembalikan ke kas negara!

 

Periksa Puskesmas Pulo Teungoh Rp1,957 Miliar! Minta gambar rencana, rincian volume, dan hitung harga wajar. Jika selisih besar = kerugian negara!

 

Periksa siapa pelaksana! Apakah lelang terbuka atau ditunjuk langsung? Apakah satu kelompok memenangkan banyak paket? Jika ada dominasi = PENGKONDISIAN SEJAK AWAL!

 

Periksa kualitas bahan! Apakah sesuai spesifikasi atau diganti bahan murah? Jika bahan rendah kualitasnya = selisih harga masuk kantong oknum!

 

Tuntut pertanggungjawaban! Jika pekerjaan asal jadi dan tidak sesuai harga, segera tarik pertanggungjawaban pidana dan minta pengembalian kerugian negara!

 

Rp6,5 MILIAR proyek kesehatan Nagan Raya! Delapan Polindes pekerjaan sama nilainya dibuat berdekatan! Puskesmas ratusan juta hanya atap-plafon-jendela! Kualitas asal jadi! Kajati Suka Makmue, jangan diam saja! Turun ke lapangan, ukur bangunannya, cocokkan harganya! Usut tuntas siapa yang menikmati selisih ratusan juta tersebut! Jangan biarkan uang rakyat habis dimakan oknum dengan cara asal jadi. (Mail)