Bireuen | Narasinasional.com - Dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bireuen, musibah tersebut tidak hanya merendam permukiman warga, bahkan dari bencana tersebut , juga memutuskan beberapa akses transportasi masyarakat dan fasilitas umum lainya. Terputunya jalur distribusi dan mobilitas masyarakat seperti jembata, irigasi, saluran distribusi air disaluran irigasi, lahan pertanian dan tambak milik warga juga tidak luput dari hantaman dan derasnya air bah dari musibah banjir yang terjadi di Kabupaten Bireuen akhir November tahun lalu.
Semua fasilitas umum yang rusak di terjang banjir pada akhir tahun lalu seperti Jembatan, irigasi, tambak milik masyarakat dan lahan pertanian milik petani yang sampai hari belum bisa di fungsikan untuk digarap oleh nelayan dan petani, telah kita data dan laporanya telah masuk ke badan Penanggulan bencana daerah, kata camat Kuala Sayuti, S.Pd.I, di pendopo Bupati Bireuen di sela sela kegiatan lomba Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Kabupaten Bireuen Tahun 2026 yang berlangsung di Halaman Pendopo Kabupaten Bireuen, Selasa (21/7/2026).
Lebih lanjut sayuti menjelaskan kepada media ini, memang ada laporan dari masyarakat kepada dirinya tentang ada jembatan di dikrueng Juli Barat Kecamatan Kuala dilaporkan rusak berat hingga, nyaris terputus hingga tidak bisa dilalui oleh masyarakat. Dan sayapun sudah berkunjung kelokasi tersebut, memang benar bahwa jembatan tersebut, merupakan salah satu akses vital bagi masyarakat di kawasan tersebut, pihak kecamatan sudah melakukan pendataan fasilitas umum yang rusak dalam kecamatan kuala dan sudah melaporkan hal tersebut kepada pemerintah daerah dalam hal Bupati dan BPBD, "jelasnya.
Sayuti juga mengharapkan Kepada seluruh masyarakat yang ada dalam kecamatan Kuala, agar bersabar karena Rekonstruksi jembatan maupun lainnya membutuhkan proses yang memakan waktu, karena fukos pemerintah daerah kita adalah daerah yang terisolir dan daerah daerah yang dilanda bencana dalam kata gori rusak parah, kita pemerintah kecamatan terus bekerja sesuai dengan arahan Bupati, kita tetap memberikan masukan kepada Bupati, untuk segera membangun jembatan yang rusak di kecamatannya, namun kita harus bersabar semua proses sedang berjalan sesuai dengan mekanisme dan arahan pemerintah pusat, "harapnya.
Ditempat terpisah Kumaini (45) Salah satu warga krueng juli Timur, kepada media ini, menyebutkan jembatan di gampong kami rusak parah, nyaris putus dan hampir jatuh kesungai, akibat di terjang musibah banjir pada akhir November 2025 lalu, yang sampai sekarang belum ada tanda- tanda akan di perbaiki, sepertinya jembatan ini luput dari perhatian dari pemerintah kabupaten Bireuen, "sebutnya.
Setelah pasca banjir beberapa waktu yang lalu, pak geuchik gampong kami, terlihat sibuk melakukan perdataan termasuk jembatan tersebut, namun sangat di sayang setelah hampir setahun setelah pasca banjir yang melanda gampong kami, belum ada tanda perbaikan terhadap jembatan krueng juli Barat dari Dinas PUPR kabupaten Bireuen, apakah jembatan ini luput dari perhatian pemerintahan terhadap gampong kami, "keluh nya .
Menurut Kumaini, tidak hanya jembatan yang rusak, akan tetapi ada beberapa saluran irigasi, juga tidak luput dari ganasnya banjir pada saat itu, yang juga belum ada tanda - tanda perbaikan dari dinas terkait, pada hal semua masyarakat tau sebelumnya terjadinya bencana irigasi yang ada di kawasan ini menjadi andalan bagi para petani yang turun kesawah sesuai dengan musimnya, "tuturnya.
Kami masyarakat Krueng Juli berharap adanya perhatian dari pemerintah, untuk segera melakukan perbaikan jembatan dan Irigasi serta tambak, ini adalah tempat masyarakat mencari nafkah, "harapnya.
Sementara itu Keuchik gampong Krueng Juli Barat,Mukhlis kepada media ini menjelaskan, semua fasilitas umum yang rusak akibat bencana banjir pada akhir tahun lalu, pihaknya telah melaporkan hal tersebut kepada Kecamatan, dan saya telah beberapa menyampaikan kepada bapak camat, bahwa yang dilaporkan masyarakatnya kepada awak media, hal tersebut telah masuk dalam pendataan, sembari kita menunggu eksekusi, yang akan dibangun oleh Dinas PUPR kabupaten Bireuen, kepada masyarakat saya agar dapat bersabar karena rekontrusi pembangunan pada pasca bencana ada tahapan yang harus dilalui oleh pemerintah,kalau ada pembangunan tetap ada pemberitahuan kepada geuchik dan aparatur gampong setempat, maka untuk saya menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat krueng juli Barat, tetap bersabar, jangan melakukan hal - hal diluar ketentuan, yang bisa merusak tatanan pemerintahan gampong, atau melakukan aksi yang bisa dapat menghambat pembangunan, "jelasnya.
Ditambahkan. Kita akan menunggu sampai ada pemberitahuan tentang perbaikan jembata dan lainya, perbaikan tetap akan dilakukan namun semua itu butuh proses di mulai dari pemetaan, perencanaan sampai akhirnya sampai pada proses perbaikan jembatan yang akan dikerjakan oleh pemerintah kabupaten dan Dinas terkait," tutupnya. ( M. Ridha )
