Bireuen – Kondisi pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen menjadi sorotan. Keterbatasan ruang rawat inap diduga menyebabkan terjadinya overkapasitas, sehingga sejumlah pasien yang seharusnya mendapatkan perawatan di ruang rawat inap terpaksa ditempatkan di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Dari Pauntauan Media Narasi Nasional diruang IGD, Rabu (24/6/2026) situasi ini menimbulkan pertanyaan serius terkait kualitas pelayanan kesehatan dan kesiapan manajemen rumah sakit dalam mengantisipasi lonjakan pasien. IGD yang sejatinya diperuntukkan bagi penanganan pasien gawat darurat kini harus menampung pasien yang menunggu ketersediaan kamar rawat inap.
Akibatnya, ruang IGD berpotensi mengalami kepadatan yang dapat mengganggu efektivitas pelayanan medis.
Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada kenyamanan pasien dan keluarga, tetapi juga berisiko menghambat penanganan pasien darurat yang membutuhkan tindakan cepat.
Di tengah tingginya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat, pihak rumah sakit dituntut segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi krisis kapasitas ruang perawatan agar pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal.
Manajemen rumah sakit perlu memberikan penjelasan terbuka kepada publik mengenai penyebab terjadinya overkapasitas serta solusi yang sedang dan akan ditempuh.
Jangan sampai keterbatasan fasilitas berujung pada menurunnya mutu pelayanan dan mengorbankan hak masyarakat untuk memperoleh layanan kesehatan yang layak, aman, dan manusiawi.
Sehingga pelayanan terhadap keselamatan jiwa kemanusiaan pada masyarak dapat terlayani dengan baik, bahkan Rumah Sakit berkewajiban memberikan jaminan kesehatan dan pelayanan terhadap masyarakat , terkhusus Ksbupaten Bireuen.
Sementara itu, Direktur Rumah Sakit belum memberikan kralifikasi terhadap kondisi tersebut, hingga berita ini ditayang. (Ridha)
