Asnanil Mahfuzah, Mahasiswa Unigha Butuh Perhatian Pemerintah: Ekonomi Keluarga Terpuruk Akibat Orang Tua Sakit, Terancam Tidak Bisa Tamat Kuliah




Pidie | Narasinasional.com – Sebuah kisah keprihatinan datang dari seorang mahasiswa yang sedang berjuang menempuh pendidikan tinggi di tengah keterbatasan ekonomi yang sangat berat. Asnanil Mahfuzah, mahasiswa Universitas Jabal Ghafur jurusan Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Administrasi, menceritakan keluh kesahnya dengan nada penuh harapan dan keprihatinan kepada sejumlah pewarta. Ia mengaku sangat mendambakan perhatian serta bantuan dari pemerintah, karena tanpa uluran tangan dari pihak berwenang, cita-citanya untuk menyelesaikan pendidikan tinggi terancam kandas di tengah jalan.

 

Menurut penuturan Asnanil, beban berat yang saat ini menimpa keluarganya bermula ketika orang tuanya jatuh sakit dan hingga saat ini belum pulih sepenuhnya. Kondisi kesehatan orang tua yang memburuk itu secara langsung menghancurkan tumpuan ekonomi keluarga, karena tidak ada lagi pendapatan yang memadai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, apalagi untuk membiayai kebutuhan pendidikan.

 

"Keadaan ekonomi keluarga kami saat ini benar-benar terpuruk. Semuanya bermula saat orang tua saya jatuh sakit dan tidak bisa bekerja seperti dulu lagi. Sumber penghasilan kami terhenti, sementara biaya pengobatan dan kebutuhan hidup terus ada," ungkap Asnanil dengan nada sedih dan bergetar.

 

Karena kondisi yang sangat sulit tersebut, Asnanil mengaku sangat khawatir tidak dapat melanjutkan kuliah dan terpaksa berhenti di tengah jalan, padahal ia sangat berkeinginan kuat untuk menyelesaikan pendidikannya demi meraih masa depan yang lebih baik serta membanggakan kedua orang tuanya.

 

Menyadari bahwa kemampuan keluarga sudah tidak ada lagi, Asnanil akhirnya memberanikan diri menyampaikan permohonan ini kepada publik, dengan harapan dapat didengar oleh pemerintah baik di tingkat daerah maupun provinsi. Ia sangat mengharapkan adanya perhatian nyata dan bantuan yang diberikan kepadanya agar ia tetap bisa duduk di bangku kuliah, menyelesaikan studi, dan menggapai cita-citanya.

 

"Saya sangat berharap ada perhatian dan bantuan dari pemerintah. Jika tidak ada uluran tangan, saya khawatir tidak sanggup lagi melanjutkan kuliah dan harus berhenti. Saya ingin sekali menyelesaikan pendidikan saya demi masa depan dan juga untuk membahagiakan orang tua. Oleh karena itu, saya memohon dengan sangat agar pemerintah bisa melihat kesulitan yang saya alami ini," ucap Asnanil penuh harapan.

 

Kisah Asnanil ini tentu mengundang keprihatinan sekaligus menjadi perhatian bersama. Pemerintah diharapkan peka dan segera merespons permohonan ini, mengingat pendidikan adalah hak setiap warga negara dan merupakan kunci untuk mengubah nasib serta membangun masa depan bangsa. Semoga permohonan Asnanil segera terdengar dan mendapatkan tanggapan positif. (**)