Hampir 3 Bulan Air PDAM Tak Mengalir, Warga Peusangan Bertahan di Tengah Krisis Air Bersih ‎



‎BIREUEN | Narasinasional.com — Pascabanjir yang melanda wilayah Peusangan, krisis air bersih masih menjadi kenyataan yang harus dihadapi warga. Sumur-sumur yang tercemar lumpur belum pulih, sementara aliran PDAM hingga kini belum menjangkau sejumlah kawasan. Hampir tiga bulan berlalu, kebutuhan dasar masyarakat masih bergantung pada sumber air terbatas.

‎Marhalim warga Desa Kapa, Peusangan, mengungkapkan kondisi tersebut kian memberatkan, terutama bagi warga yang sebagian masih berada di pengungsian.

‎“Sumur kami kotor. Air bersih sangat terbatas. Untuk minum, mandi, mencuci semua susah. Kami berharap PDAM bisa segera memperbaiki jaringan,” ujarnya.

‎Situasi ini menempatkan air bersih kebutuhan paling mendasar dalam pemulihan pascabencana sebagai sesuatu yang masih dinanti masyarakat.

‎Pelaksana Tugas (Plt) PDAM Krueng Peusangan Bireuen, Khairul Mahbub, saat ditemui di kantornya pada jumat 6/2/2026 menjelaskan bahwa pemulihan jaringan tengah dilakukan. Ia mengakui jalur distribusi mengalami kerusakan dan tertimbun material banjir sehingga menyulitkan petugas di lapangan.

‎“Kami sedang bekerja memulihkan akses jaringan air. Mudah-mudahan tidak lama lagi bisa menjangkau Kapa. Jalurnya rumit, karena banyak yang bocor dan tertimbun, sehingga menjadi tantangan teknis bagi petugas,” jelasnya.

‎Untuk wilayah Kuta Blang, layanan bahkan belum dapat dipulihkan karena jaringan terputus total dan terkendala perizinan teknis penggunaan jalur alternatif.

‎“Kuta Blang belum bisa. Aksesnya putus dan belum ada izin penggunaan jalur melalui jembatan Bailey,” tambahnya.

‎Di tengah proses pemulihan infrastruktur, masyarakat masih menunggu aliran air yang kembali normal sebuah kebutuhan dasar yang menjadi indikator nyata percepatan penanganan pascabencana. (Fadjar)