HRD di Garis Depan Pemulihan, Mentri PU Kebut Jembatan Strategis Pasca Banjir

(Mentri PU Dody Hanggodo bersama rombongan yang didampingi Anggota DPR RI H Ruslan M Daud, melihat langsung pembangunan permanen Jembatan Krueng Tingkeum Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, Aceh. Foto : AR)


‎Bireuen | Narasinasional.com  — Negara akhirnya turun langsung ke titik nadi yang sempat terputus. Rabu siang, 21 Januari 2026, Dody Hanggodo meletakkan batu pertama pembangunan permanen Jembatan Krueng Tingkeum Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, Aceh. Jembatan ini bukan sekadar penghubung desa, melainkan simpul vital jalur lintas nasional Medan–Banda Aceh yang porak-poranda dihantam banjir besar akhir November 2025.

‎Kerusakan parah pada struktur lama sempat melumpuhkan arus transportasi. Logistik tersendat, aktivitas ekonomi tersungkur, dan mobilitas warga terganggu. Di titik itulah, pembangunan jembatan permanen menjadi pertaruhan: seberapa cepat negara memulihkan denyut utama Sumatra.

‎Prosesi groundbreaking ditandai dengan pemasangan tiang pancang, simbol dimulainya pekerjaan fisik,disaksikan H. Ruslan M. Daud serta jajaran Kementerian PU. Proyek ini dikerjakan BUMN PT Adhi Karya berkolaborasi dengan kontraktor lokal PT Krueng Meuh.

‎Di bawah tenda utama, Dody mengikuti konferensi video mendengarkan laporan progres 20 jembatan permanen di berbagai kabupaten/kota Aceh semuanya korban banjir dan longsor. Pesan Menteri tegas dan singkat: percepatan. “Estimasi delapan bulan, tapi ini jalur nasional. Waktu tidak boleh berlama-lama,” katanya, meminta Ditjen Bina Marga, Ditjen Prasarana Strategis, dan Ditjen SDA mengoptimalkan kerja lapangan.

‎Rombongan pejabat teknis turut mendampingi, mulai dari Direktur Pembangunan Jembatan Ditjen Bina Marga Rakhman Taufik, Kepala BPJN Aceh Heri Yugiantoro, hingga Dirjen SDA Dwi Purwantoro. Fokusnya jelas: memastikan proyek berjalan, anggaran tepat sasaran, dan hambatan lapangan segera dipangkas.

‎Tak berhenti pada jembatan. Kementerian PU menyiapkan paket penanganan lanjutan alur sungai, jalan, hingga fasilitas publik untuk wilayah yang paling terdampak. Di Bireuen, rencana pembangunan kembali Jembatan Teupin Mane dan Jembatan Pante Lhong sudah masuk daftar prioritas berikutnya. 

‎“Kami dahulukan jalur nasional. Setelah itu, jembatan lain menyusul,” ujar Dody.

‎Kunjungan kerja dimulai sejak Dody tiba lewat jalur darat dari Bandara Malikussaleh, Lhokseumawe. Di lokasi, ia mengikuti prosesi adat peusijuek sebagai penanda restu masyarakat setempat. Menteri juga menyempatkan menyantuni anak yatim dari gampong sekitar sebuah jeda kemanusiaan di tengah agenda teknokratis.

‎Usai makan siang, rombongan bergerak meninjau Jembatan Teupin Mane dan Bendung Pante Lhong di Kecamatan Juli. Peninjauan berlanjut ke Gampong Salah Sirong Jaya, Kecamatan Jeumpa menyaksikan rumah-rumah rusak, jejak banjir bandang, dan warga pedalaman yang masih terisolasi di pengungsian.

‎Pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum Kuta Blang kini menjadi ujian konsistensi: apakah janji percepatan benar-benar terwujud. Bagi Aceh, jembatan ini bukan hanya beton dan baja ia adalah tanda bahwa ketika jalur putus, negara hadir. (Fadjar)