BIREUEN | Narasinasional.com — Pemerintah Kabupaten Bireuen secara resmi menerima penyerahan peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Almuslim Bireuen Angkatan XXVIII Tahap II Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Bireuen, Senin (19/1/2025), ini dihadiri langsung Wakil Bupati Bireuen, Ir. H. Razuardi, MT, mewakili Bupati Bireuen yang berhalangan hadir.
Sebanyak 740 mahasiswa Universitas Almuslim akan melaksanakan pengabdian masyarakat selama satu bulan di 12 kecamatan, yakni Peusangan, Peusangan Selatan, Peusangan Siblah Krueng, Jangka, Kutablang, Kota Juang, Jeumpa, Peulimbang, Peudada, Jeunieb, Simpang Mamplam, dan Samalanga. Sejumlah wilayah tersebut diketahui merupakan daerah yang terdampak langsung bencana banjir dan longsor.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rektor Universitas Almuslim Dr. Marwan, M.Pd, para kepala SKPK Kabupaten Bireuen, para dekan dan dosen, civitas akademika Universitas Almuslim, para camat dari 12 kecamatan, panitia pelaksana KKM, serta seluruh mahasiswa peserta KKM.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bireuen Ir. H. Razuardi, MT menegaskan bahwa pelaksanaan KKM tahun ini memiliki makna strategis karena berlangsung di tengah kondisi masyarakat yang masih dalam tahap pemulihan pascabencana.
“Tahun ini, mahasiswa tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga menjalankan misi kemanusiaan. Jadikan KKM sebagai ruang pengabdian nyata, tempat ilmu pengetahuan saudara diuji dan dimaknai untuk membantu masyarakat bangkit,” ujar Razuardi.
Ia menekankan bahwa KKM merupakan implementasi langsung Tri Dharma Perguruan Tinggi dan menjadi kontribusi penting Universitas Almuslim dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, mahasiswa akan belajar komunikasi sosial, empati, serta nilai-nilai kehidupan yang tidak sepenuhnya diperoleh di ruang kuliah.
Wakil Bupati juga secara khusus mengarahkan agar program KKM difokuskan pada tiga pilar utama, yakni rehabilitasi lingkungan dan fasilitas publik, mitigasi dan edukasi bencana, serta pendampingan sosial bagi masyarakat terdampak.
“Mahasiswa harus mampu menghidupkan kembali semangat meuseuraya bersama aparatur gampong. Bersihkan fasilitas umum seperti meunasah dan sekolah, perbaiki saluran drainase, serta berikan edukasi literasi bencana agar risiko banjir dan longsor dapat diminimalkan di masa depan,” tegasnya.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya pendampingan sosial, termasuk membantu validasi data warga terdampak agar penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran dan akuntabel.
Mengakhiri sambutannya, Razuardi berpesan agar mahasiswa menjaga nama baik almamater, menghormati kearifan lokal, serta mampu beradaptasi dengan karakter gampong yang beragam, mulai dari wilayah pedalaman, perkotaan, hingga pesisir.
“Waktu satu bulan mungkin singkat, tetapi jika diisi dengan ketulusan, dampaknya akan dikenang selamanya. Ukirlah sejarah indah dalam perjalanan hidup kalian di gampong,” pesannya.
Sementara itu, Rektor Universitas Almuslim, Dr. Marwan, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa KKM merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter mahasiswa sebagai insan akademik yang berjiwa sosial dan bertanggung jawab.
“Kami tidak hanya menitipkan mahasiswa kepada pemerintah daerah, tetapi juga menitipkan harapan agar mereka dibimbing, diarahkan, dan diberi ruang untuk berkontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Rektor.
Beliau menegaskan bahwa Universitas Almuslim berkomitmen terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan peka terhadap persoalan sosial.
Acara ditutup dengan penyematan atribut KKM secara simbolis dan pembacaan doa. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 11.00 WIB dalam keadaan aman dan lancar.
Ke depan, kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi ini diharapkan terus berlanjut dan semakin kuat, sebagai fondasi penting dalam mendorong pembangunan daerah dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bireuen dan Aceh secara umum. (Fajar)

